Impor Garam dan Reshuffle Kabinet

Reshuffle kabinet untuk menteri yang tidak tepat banyak
dipertanyakan banyak pihak termasuk ditendangnya menteri
Kelautan dan perikanan, Fadel Muhammad. Menurut banyak
pengamat Reshuffle yang dialami Fadel Muhammad karena dia
sering menentang kebijakan pemerintah tentang impor garam,..

Bahkan beberapa jam sebelum pengumuman Reshuffle kabinet
Fadel Muhammad mengadakan sidak(inspeksi mendadak) garam
di PT Budiono Madura Bangun Persada, Madura.

Indonesia yang dikepung lautan, impor garam jelas jadi
pertanyaan banyak orang.

Kalau saya(penulis) ditanya apa yang menyebabkan pemerintah
begitu bernafsu impor garam, sehingga setiap hari petani garam
menjerit setinggi langit?

Saya(penulis) cuma bisa menjawab kalau impor garam sama saja
dengan impor-impor produk lainnya seperti beras, kentang dll.

Dimana dua tahun ini pemerintahan SBY merubah indonesia menjadi
negara makelar, seperti diketahui makelar itu profesi
mempertemukan penjual dan pembeli hingga makelar itu mendapat
persen dari dua pihak penjual dan pembeli dari jasanya itu,..

di pemerintahan SBY itu banyak makelar impornya, beli 1000 sapi
dari luar negeri dapat 1 sapi bagi makelar impor itu,..

atau beli 1000 kwintal beras dapat 1 kwintal juga bagi makelar itu,
dan persen juga didapat makelar dari penjual atau pihak pendistribusi
barang-barang impor,.. siapa makelar impor itu? siapa lagi kalau
bukan orang-orang yang ditugaskan partai penguasa untuk kepentingan
pemilu 2014.

Selain itu Kementerian Kelautan dan perikanan cakupannya sangat
luas, bila menterinya tidak mau bekerja sama, maka tidak akan
ada impor ilegal yang bisa masuk melalui laut karena nelayan akan
segera melapor bila melihat ada kapal memuat barang,.. impor ilegal
itu sudah sangat sulit melalui udara karena dibandara penjagaan
sangat ketat, sedang bila melalui laut turunnya barang entah itu
ilegal atau legal bisa dimana saja di pantai yang memungkinkan kapal
bisa merapat.

Entah seberapa besar kebutuhan indonesia terhadap garam sehingga
pemerintah begitu ngotot memasukkan garam ke dalam negeri,
sementara garam pentani dalam negeri tersedia banyak.

Pastinya Penyelundupan Narkoba dengan menyamarkannya di dalam garam masih jadi modus baru, karena Narkoba yang tertimbun garam tidak dapat dicium oleh binatang seperti anjing pelacak yang banyak digunakan
pelabuhan-pelabuhan untuk mencegah Narkoba masuk ke Indonesia.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip

Site Meter